News

Workshop STEM and Computational Thinking SIT Fitrah Hanniah

Cibitung, Sabtu 30 Agustus 2025 – SIT Fitrah Hanniah menyelenggarakan Workshop STEM and Computational Thinking yang diikuti oleh seluruh Bapak dan Ibu Guru, bertempat di Lantai 2 SMPIT Fitrah Hanniah. Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu, 30 Agustus 2025, pukul 07.00–12.00 WIB.

‎Workshop ini menghadirkan narasumber Prof. Masami Isoda, Ph.D. (University of Tsukuba, Jepang) dan Arif Hidayat, Ph.D. Ed. (Presiden ALSI dan Dosen Universitas Pendidikan Indonesia ) yang memberikan wawasan mendalam mengenai implementasi STEM dan Computational Thinking dalam dunia pendidikan.

Kegiatan ini dihadiri oleh 36 peserta dari SIT Fitrah Hanniah dan SIT Mentari Ilmu, yang terdiri dari 24 guru SD, 7 guru SMP, dan 5 guru SMK, serta 10 tamu undangan dari Mentari Ilmu. Kehadiran tamu undangan tersebut diketuai oleh Dr. Eka Dewi Nuraeni, S.Tp., M.Pd.

‎Materi yang disampaikan menekankan bahwa STEM bukan hanya sekadar mata pelajaran, tetapi cara berpikir ilmiah dan logis. Setiap bidang studi dapat menerapkan pendekatan STEM, mulai dari IPA melalui eksperimen yang dilogikakan dengan prinsip if–then, hingga PAI yang juga sarat dengan pola berpikir logis dalam fiqh.

Selain itu, Prof. Masami menekankan pentingnya pemrograman berbasis logika sederhana, yang tidak selalu membutuhkan rumus matematika yang rumit. Representasi ide juga menjadi hal yang penting; satu konsep dapat dituliskan dengan kata-kata, simbol matematika, maupun digambarkan dalam bentuk diagram. Dari sinilah siswa belajar berpindah dari pengalaman sehari-hari menuju abstraksi dan pemodelan.

‎Kemampuan membaca pola dan memprediksi juga menjadi keterampilan kunci dalam STEM. Dengan membiasakan murid untuk mengubah situasi nyata menjadi representasi logika, mereka dapat memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan. Semua ini dikuatkan dengan model discovery learning, di mana guru berperan sebagai fasilitator, sementara murid didorong untuk bereksperimen, melakukan kesalahan, memperbaiki, dan menemukan pola mereka sendiri.

‎Kesimpulan dari kegiatan ini, STEM pada hakikatnya adalah pembelajaran cara berpikir logis dan kritis: berangkat dari realitas sehari-hari, diubah menjadi representasi (kata, simbol, gambar), dilatih membaca pola, hingga mampu membuat prediksi dan memecahkan masalah. Dengan pendekatan ini, murid tidak hanya menghafal, tetapi juga dibiasakan untuk berpikir ilmiah, kreatif, dan adaptif menghadapi tantangan masa depan.

Tags

Leave a comment